Beranda > FAIDAH ILMIYYAH > Keutamaan Berjabat Tangan Ketika Bertemu

Keutamaan Berjabat Tangan Ketika Bertemu

Dari al-Bara’ bin ‘Azib dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah”[1].

Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan berjabat tangan ketika bertemu, dan ini merupakan perkara yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan para ulama[2], bahkan ini merupakan sunnah yang muakkad (sangat ditekankan)[3].

Faidah-faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

– Arti mushaafahah (berjabat tangan) dalam hadits ini adalah berjabat tangan dengan satu tangan, yaitu tangan kanan, dari kedua belah pihak[4]. Cara berjabat tangan seperti ini diterangkan dalam banyak hadits yang shahih, dan inilah arti “berjabat tangan” secara bahasa[5], maka melakukan jabat tangan dengan dua tangan adalah cara yang menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[6]

– Berjabat tangan juga disunnahkan ketika berpisah, berdasarkan sebuah hadits yang dikuatkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah[7], maka pendapat yang mengatakan bahwa berjabat tangan ketika berpisah tidak disyariatkan adalah pendapat yang tidak memiliki dalil/argumentasi. Meskipun jelas anjurannya tidak sekuat anjuran berjabat tangan ketika bertemu[8].

– Berjabat tangan adalah ibadah yang disyariatkan ketika bertemu dan berpisah, maka melakukannya di selain kedua waktu tersebut, misalnya setelah shalat lima waktu, adalah menyimpang dari sunnah, bahkan sebagian ulama menghukuminya sebagai perbuatan bid’ah[9]. Di antara para ulama yang melarang perbuatan tersebut adalah al-’Izz bin ‘Abdussalam, Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafi’i, Quthbuddin bin ‘Ala-uddin al-Makki al-Hanafi, al-Laknawi dan lain-lain[10].

– Adapun berjabat tangan setelah shalat bagi dua orang yang baru bertemu pada waktu itu, maka ini dianjurkan, karena niat keduanya adalah berjabat tangan karena bertemu dan bukan karena shalat[11].

– Mencium tangan seorang guru/ustadz ketika bertemu dengannya adalah diperbolehkan, berdasarkan beberapa hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan perbuatan beberapa orang sahabat radhiyallahu ‘anhum, akan tetapi kebolehan tersebut disertai beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Tidak menjadikan hal itu sebagai kebiasaan, karena para sahabat sendiri tidak sering melakukannya kepada Rasuluillah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi jika hal itu dilakukan untuk tujuan mencari berkah dengan mencium tangan sang guru.
  2. Perbuatan itu tidak menjadikan sang guru menjadi sombong dan merasa dirinya besar di hadapan orang lain, seperti yang sering terjadi saat ini.
  3. Jangan sampai hal itu menjadikan kita meninggalkan sunnah yang lebih utama dan lebih dianjurkan ketika bertemu, yaitu berjabat tangan, sebagaimana keterangan di atas[12].

Artikel: ibnuabbaskendari.wordpress.com

Catatan Kaki:


[1] HR Abu Dawud (no. 5212), at-Tirmidzi (no. 2727), Ibnu Majah (no. 3703) dan Ahmad (4/289), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dengan berbagai jalur dan pendukungnya dalam kitab “Silasilatul ahaaditsish shahiihah” (no. 525).

[2] Lihat “Syarh shahih Muslim” (17/101) dan “Fathul Baari” (11/55).

[3] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (5/499).

[4] Lihat kitab “Tuhfatul ahwadzi” (7/429) dan “‘Aunul Ma’bud” (14/80).

[5] Lihat kitab “Lisanul ‘arab” (2/512).

[6] Lihat kitab “Silasilatul ahaaditsish shahiihah” (1/51-52).

[7] Dalam “Silasilatul ahaaditsish shahiihah” (1/48).

[8] Ibid (1/52-53).

[9] Seperti al-Fadhil ar-Ruumi, al-Laknawi dan syaikh al-Albani.

[10] Lihat nukilan ucapan mereka dalam kitab “al-Qaulul mubin fi akhtha-il mushallin” (hal. 294-296).

[11] Lihat “Silasilatul ahaaditsish shahiihah” (1/53).

[12] Lihat “Silasilatul ahaaditsish shahiihah” (1/302).

Artikel Lain:

Keutamaan Dan Hukum Berjabat Tangan

kembali ke Fadhailul A’mal

Kategori:FAIDAH ILMIYYAH
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: