Beranda > Koreksi dan Bantahan > Kemarin Ahmadiyah, Sekarang FPI

Kemarin Ahmadiyah, Sekarang FPI

FPI punya nih...

[Setelah kemarin dibahas tentang Ahmadiyah, sekarang kita kita membahas FPI, ed-] Siapa yang tak kenal FPI? Bukan…! FPI bukanlah Foundation for Paranormal Investigation [sebagaimana yang tertera pada tulisan di sisi gambar di atas, ed-], namun FPI adalah Front Pembela Islam yang akhir – akhir ini banyak menyedot pemberitaan baik dari media cetak maupun elektronik. Seraut tulisan ini, semoga bisa bermanfaat bagi kita serta –mungkin- bagi FPI, Insya Allah

Gambar di atas bukanlah gambar kartun kegemaran anak – anak, crayon sinchan dengan pahlawan bertopengnya. Namun gambar tersebut adalah FPI bertopeng.

Meskipun dirasa agak telat, namun Insya Allah masi’ bisa untuk memberikan coretan kecil dari hamba yang fakir ini atas apa yang telah diperbuat sebuah kelompok yang mengaku ahli dalam memberantas kemaksiatan dan kemungkaran, namun justru mereka malah membuat kemungkaran yang lebih parah dari sebelumnya. Jelas, cara dakwah mereka yang seperti ini, akan mengakibatkan terjauhkannya manusia dari jalan islam, pengintimidasian kaum muslimin di sebagian tempat serta akan menimbulkan perang sesama saudara muslim.

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud –radliyallahu’anhu, “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi dia tidak dapat meraihnya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada kami bahwa ada sekelompok orang yang membaca Al-Qur’an tapi hanya sampai sebatas kerongkongan mereka saja. Demi Allah, aku tidak tahu barangkali sebagian besar mereka dari kalian-kalian ini.” (HR. Ad-Darimi dalam Sunannya :. 210 dan Bahsyal dalam Tarikh wasith hal. 198- 199 dan Silsilah Ahadits Ash-Shahihah 5/11-13/no. 2005 oleh al-Albani).

Ya, demikianlah. Banyak diantara manusia yang menghendaki kebaikan, namun mereka tidak pernah sampai pada kebaikan yang mereka harapkan. Apa sebabnya…??? Tentu, mereka telah keluar dari cara dan metode dakwah Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam. Mereka tidak berada di jalan ‘ilmu wal hilmu (ilmu dan bijaksana), namun mereka berada di jalan kekerasan dan kerusakan. Tidaklah mereka akan pernah mendapati buah manis hasil jerih payah dakwah mereka, melainkan akan menemui kenistaan bagi diri mereka sehingga mereka kembali ke jalan dakwah yang pernah ditempuh oleh para sahabat –ridwanallahu ‘alaihim ‘ajma’in-

Lantas, bagaimanakah islam memberikan contoh metode dan cara dakwah sehingga islam yang ya’lu walaa yu’la (tinggi dan tak ada yang lebih tinggi) dapat tersebar dengan baik serta dapat diterima masyarakat??? (Insya Allah)

Dijelaskan oleh Sufyan ats Tsaury –rahimahullah-,” tidak diperbolehkan melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, melainkan seseorang yang memiliki 3 sifat; lemah lembut ketika menyuruh dan lemah lembut ketika melarang, adil ketika menyuruh dan adil ketika melarang, serta memiliki ilmu dengan yang ia suruh dan memiliki ilmu dengan apa yang ia larang. (dlm buku Amar Ma’ruf Nahi Munkar oleh Abu Bakar al Khalla, hal. 41)

Kemudian dipertegas lagi oleh Imam al Faqih ‘Abdul ‘Azis ibn Bazz –rahimahullah- ,”Hendaknya engkau lembut di dalam berdakwah, bersikap penyayang dalam berdakwah, tahan dan sabar dlm menghadapi cobaan sebagaimana para nabi ‘alaihimush shalatu wa sallam kemudian jangan tergesa – gesa dan jangan bersikap keras lagi kasar…! Hendaknya kau bersikap lembut dan penyayang dalam berdakwah. (dlm buku ad Da’wah ila Allah wa akhlakud du’at hal.43-45)

Ya, inilah yang harus kita utamakan dalam dakwah ini, yaitu menggunakan cara yang santun serta lembut dengan hiasan akhlak yang mulia. Bukan dengan apa – apa yang FPI lakukan…! (na’udzubillah min dzaliik)

Bahkan, jika ditelaah lebih lanjut, kaidah usul dalam berdakwah adalah dengan kelembutan walaupun diperbolehkan pada saat tertentu untuk berdakwah dengan keras. Hal ini telah dijelaskan oleh Prof. Dr. Rabi bin Hadi al Madkhali –hafidzahullah- salah seorang guru besar dari Universitas Islam kota Madinah -waktu itu, ed-. Beliau berkata,”Hukum asal dakwah adalah dengan kelembutan, kehalusan serta hikmah. Namun jika engkau menemui orang yang keras kepala, tidak mau menerima al haq dan menolak ketika kau berikan dia hujjah…maka saat itu gunakanlah bantahan! ( dlm risalah al Hats ‘ala Al Mawaddah, hal.38 )

Jika kita melihat para nabi pilihan ‘alaihimush shalatu wa sallam, mereka juga berdakwah dengan penuh kelembutan dan kebaikan. Sebagaimana Nabi Musa dan Nabi Harun –‘alaihimas salam- saat mendatangi Fir’aun“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, agar dia ingat atau takut.” (QS. Thaha : 44)

Jika berdakwah kepada manusia yang paling dilaknat oleh Allah saja hendaknya menggunakan cara yang lembut, bagaimana lagi berdakwah kepada kaum muslimin yang fasiq saat ini…? Tentu harus lebih hikmah lagi… Subhanallah…wahai ikhwan di FPI, para ulama telah menasehati kita untuk segera kembali ke jalan yang pernah ditempuh oleh nabi kita yang mulia, yaitu jalan hikmah dalam berdakwah. Tinggalkan-lah cara – cara kalian yang dahulu wahai saudaraku…mari sama – sama kembali pada tuntunan para ulama ahlus sunnah wal jamaah. Wallahua’lam bi ash shawab…

Maraji’

1. 14 Contoh Hikmah dalam Berdakwah oleh Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc. melalui artikel di http://fitrahfitri.wordpress.com/2008/06/12/who-wants-to-be-fpi/ dengan judul asli FPI…dalam timbangan Islam

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: