Beranda > Biografi Teladan, Kisah Nyata > Pentingnya Dakwah dengan Lemah Lembut: Kisah Sang Ulama dan Penggembala Unta

Pentingnya Dakwah dengan Lemah Lembut: Kisah Sang Ulama dan Penggembala Unta

Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin bercerita, “Dikisahkan bahwa dahulu ada seorang pemuda amat bersemangat untuk beramar ma’ruf nahi munkar. Suatu sore dia mendapatkan seorang penggembala onta sedang menggiring gembalaannya sambil berdendang, agar onta-ontanya bersemangat untuk berjalan, padahal saat itu muadzin tengah mengumandangkan adzan Maghrib. Maka sang pemuda menghardik pengembala itu dengan keras tapi si penggembala tidak mempedulikan teguran pemuda tersebut bahkan terkesan menantang dan terus berdendang.

Maka pergilah pemuda tadi ke seorang ulama untuk melaporkan kejadian tersebut

Keesokan harinya, pergilah ulama tadi ke tempat si penggembala pada waktu serupa. ketika adzan Maghrib berkumandang, beliau berkata dengan santun dan lemah lembut kepada si pengembala, “Wahai saudaraku, adzan Maghrib telah dikumandangkan, hendaknya engkau segera menunaikan shalat karena Allah Ta’ala telah berfirman –yang artinya:

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaha: 132)”

Maka si penggembala tersebut menjawab, “Jazaakallahu khaira”. Kemudian dia segera meletakkan cemetinya lalu berwudhu dan pergi ke masjid beserta sang ulama tadi [Lihat: Kitab Al-‘Ilm hal 103-104]

Apa gerangan kunci keberhasilan dakwah sang ulama dan sebab kegagalan dakwah si pemuda di atas? Sikap lembut sang ulama dan sikap kasar si pemuda!

————————————————————————————————–

{Disalin oleh Fandi Satia Engge dari Buku: 14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah karya Ust. Abdullah Zaen M.A. hal 65-66}

Lihat juga:

[Kisah Nyata 1] Peran Besar Akhlak Dalam Dakwah: Murid Penulis Kitab Fathul Majid dan Seorang Sufi yang Benci “Wahabi”

[Kisah Nyata 2]: Pentingnya “Kreatifitas” Dalam Berdakwah: Mengajarkan Tauhid Lewat Pintu Pengajaran Baca Al-Quran

[Kisah Nyata 3]: Pentingnya “Kreatifitas” Dalam Berdakwah: Mengajarkan Akidah Lewat Pintu Pengajaran Hadits

Sumber:

http://www.facebook.com/home.php?sk=group_142308879154138&ref=notif&notif_t=group_activity#!/note.php?note_id=10150122901670149

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: