Beranda > Keluarga > Suamimu bukan Bapakmu dan Istrimu bukan Ibumu [Termasuk Tasyabbuh Memanggil Kunyah Hanya Sebagian]

Suamimu bukan Bapakmu dan Istrimu bukan Ibumu [Termasuk Tasyabbuh Memanggil Kunyah Hanya Sebagian]

Bismillah
Banyak kita temui di kalangan Abaa’ wa Ummahat (bapak-bapak dan ibu-ibu muslimah) yang memanggil suaminya dengan Abi atau istrinya dengan panggilan Ummi, kecuali mereka yang dirahmati Allah Ta’ala.
Alasan mereka katanya untuk mengajari anaknya agar membiasakan memanggil kedua orang tuanya dengan Abi dan Ummi, nah sebenarnya bagaimana mengenai masalah ini, apakah boleh atau tidak?

Alhamdulillah, pada saat kami taklim, dan ini adalah catatan transkrip beberapa tahun yang lalu, hanya saja baru sempat sekarang di publikasikan, dari taklim ba’da maghrib (untuk jadwal sekarang telah berubah) pada sesi tanya jawab bersama Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al Makassari hafizhahullah

Pertanyaan:

Kebanyakan santri kalau memanggil santri yang lainnya dengan kata “Bu” dan tidak memanggil dengan kunyahnya atau dengan kata “Akhi”, sedangkan kata “Bu” itu kebiasaan cara orang kristen Ambon kalau memanggil teman-temannya. Apakah ini termasuk tasyabbuh?

Dijawab oleh Al Ustadz Abu Abdillah Al Makassari hafizhahullah:

Ini tidak pantas wahai ikhwan…
Dan terkait dengan ini, saya -Abu Abdillah- memberi tanbih berkaitan dengan penggunaan bahasa Arab dimana ikhwanuna dan akhawat banyak sekali yang menyepelekan bahasa Arab. Seperti memanggil istrinya dengan “Ummi”, “mi.. mi..” padahal itu bukan ibunya, dan memanggil suaminya dengan “Abi /bi” padahal itu bukan bapaknya.

Ummi artinya wahai ibuku, Abi artinya wahai bapakku, jadi istrinya dijadikan ibunya, suaminya dijadikan bapaknya. Allahul Musta’an.

Panggillah dengan panggilan yang bagus, misal : “Ya Umma Muhammad, dst” kalau tidak, kapan kita akan pintar bahasa Arab jika Ummu dan Abu saja sudah tidak bisa digunakan dengan baik, apalagi lainnya. Atau panggil dengan : “Zauji (suamiku)/zaujati (istriku)” kalau sulit memanggil dengan kunyah.

Begitu pula yang ditanbih oleh penanya.
Panggil temannya dengan lengkap namanya, misalnya: Abu Ahmad, dst. Jadi biasakan dengan panggilan yang lengkap, sebab bahasa-bahasa -panggilan- seperti: “Mad.. mad.. dst” ini tidak dikenal di kalangan Arab, mereka dengan lisan yang fasih, dengan panggilan yang bagus, nida’ yang bagus, misal dengan : “Ya Muhammad, Ya Abdallah, dst” demikian juga dengan kunyahnya: “Ya Aba Hurairah, Ya Aba Thalhah, dst”

Dan boleh jadi ada orang-orang yang tidak senang, kalau namanya disingkat-singkat, sampai akibat dari ini juga sebagian ummahat dan aba’ ketika hendak memberikan nama anaknya berusaha mencari nama yang tidak bisa diringkas supaya tidak salah. Misal diberi nama “Maryam”, nanti dipanggil, “Yam.. yam..” sehingga menjadi jelek dan tidak akan ketemu karena semua nama akan dibuat seperti itu.

Maka kita thullabul ilmi kita mulai dari diri kita semua, di kalangan ikhwah, keluarga, dst. berusaha mempraktekkan bahasa Arab dan ini lebih baik. Sampai-sampai seperti yang disebutkan oleh penanya ini, akhirnya meniru-niru, katanya kebiasaan orang-orang Ambon -kristen-.
Wallahu a’lam.

*Dengan sedikit penyesuaian bahasa oleh Admin. Catatan asli ada pada admin.

Diposting oleh al-Akh Kautsar pada 30 Desember 2010 di:

Blog kautsarku.wordpress.com

Lihat Artikel Terkait:

 

Kategori:Keluarga Tag:, , ,
  1. Luqman Ar-Raahman Al-Shaleh
    29 Januari 2011 pukul 20:50

    Assalamu’alaikum…
    Sangat bermanfaat wacanan anda…
    Silahkan kunjungi blog saya
    http://abdurrahmanshaleh.wordpress.com/
    kasih komentar dan saran ya…
    Terimakasih…
    Wassalamu’alaikum

  1. 30 Januari 2011 pukul 21:40
  2. 7 Februari 2011 pukul 18:04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: