Beranda > Koreksi dan Bantahan > Jawaban Tuduhan Bahwa Abu Hurairah Radhiyallaahu Anhu Berbohong

Jawaban Tuduhan Bahwa Abu Hurairah Radhiyallaahu Anhu Berbohong

Jika ada pertanyaan:

Sungguh pelik. Abu Hurairah masuk Islam pd 7 H. Dia katakan dia pernah solat jamaah dengan sahabat Dzul Yadain. Tapi Dzul Yadain pun telah syahid dalam perang Badar 5 tahun sebelum Abu Hurairah masuk Islam. Hadis ini ada dalam Bukhari-Muslim. Ada penjelasannya?
betulkah begitu?
Maka pertanyaan serupa juga telah disampaikan kepada Ustadz Abu Ali hafidzahullah. Beliau menjawab seperti ini:

Pertanyaan khas syi’ah yang sudah diulang-ulang tidak ada bosannya dan diikuti oleh orientalis barat dan islam liberal, dan sudah dijawab oleh para ‘ulama dari dulu sampai sekarang.

Sebelum dijawab rinci sebenarnya kita bisa mengkritisi pertanyaan tersebut:

isah Abu Hurairah dan Dzul Yadain ini jelas-jelas diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim, yang tidak diragukan lagi keshahihannya dan disepakati para ulama hadits. Bagaimana mungkin meragukannya hanya dengan informasi bahwa Dzul Yadain ini syahid pada perang Badar yang tidak disepakati kebenarannya oleh para ulama hadits??? Apalagi sampai meragukan Abu Hurairah -radhiyallahu anhu-.

Siapa yang menyatakan informasi itu??? dalam pertanyaan di atas tidak disebutkan walaupun saya tahu bahwa itu dikatakan oleh az-Zuhri, Ibnu Hibban, Ibnu Sa’ad dan Ibnu Abi Hatim. Kenapa hanya berpegang pada az-Zuhri dan yang sefaham dengan meninggalkan ulama lain seperti Ibnu Abdil Barr, Ibnul Atsir, al-Hafidz Ibnu Hajar dan yang lainnya yang tidak sefaham??? nampak sekali niat buruk orang-orang syi’ah ini, hanya menyampaikan yang sesuai hawa nafsunya.

Jawaban rinci:

Pendapat bahwa Dzul Yadain ini syahid dalam perang badar adalah dinukil dari az-Zuhri, para ulama mengatakan bahwa az-Zuhri melakukan kesalahan (wahm) dalam hal ini, yang benar yang syahid dalam perang Badar adalah Dzu asy-Syimalain bukan Dzul yadain. Apalagi dalam riwayat Muslim disebut “berdirilah seseorang dari Bani Sulaim” di mana Dzul Yadain adalah dari Bani Sulaim sedang Dzu asy-Syimalian bukan dari Bani Sulaim. an-Nawawi menyebutkan ada riwayat yang menyatakan bahwa Dzul Yadain ini adalah Khirbaq yang merupakan nama asli Dzul Yadain bukan Dzu asy-Syimalain. Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa az-Zuhri yang terlupa dan melakukan kesalahan sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abdil Barr. al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa para imam-imam hadits bersepakat bahwa az-Zuhri wahm (melakukan kesalahan) beliau juga menukil bahwa al-Imam Syafi’i menyatakan Dzul Yadain bukan Dzu asy-Syimalain dalam Ikhtilaf al-Hadits. al-Hafidz juga menukil perkataan para imam bahwa az-Zuhri melakukan “idraj” (memasukkan dan mencampur perkataannya dalam hadits) ketika mengatakan Dzu asy-Syimalain.

Sebenarnya Abu Hurairah tidak menyendiri dalam riwayat ini sebab ath-Thabrani meriwayatkan dari sahabat yang lain yakni Muthir (Mu’jam Kabir ath-Thabrani No 4107 – MS) dan juga Ibnu ‘Umar (Sunan Ibnu Majah No 1203 — MS). At-Tirmidzi juga menyebutkan adanya riwayat dari Imran bin Hushain ( Sunan at-Tirmidzi No 365 – MS), Muslim juga menyebutkan riwayat Imran bin Hushain dalam Shahih Muslim No 896 (MS).

Dzul Yadain nama aslinya adalah Khirbaq as-Sulami dari Bani Sulaim beliau hidup beberapa lama setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat.

Dzu asy-Syimalain adalah ‘Umair bin ‘Abdi ‘Amri, az-Zuhri mengatakan bahwa di al-Khuza’i, syahid pada saat perang Badar.

Penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di:

Fathul Bari Syarh al-Bukhari – Al-Hafidz Ibnu Hajar (4/245) MS
Al-Minhaj Syarh Muslim – an-Nawawi (2/346) MS

Biografi Dzul Yadain yang menyatakan bahwa Dzul Yadain bukan Dzu asy-Syimalain dapat dilihat di:

Usud al-Ghabah – Ibnu al-Atsir (1/345) MS
al-Isti’ab fii Ma’rifati al-Ashab – Ibnu Abdil Barr (1/141) MS
al-Ishabah fiii Ma’rifati ash-Shahabah – Ibnu Hajar ( 2/215) MS
Tahdzib al-Asma’ – an-Nawawi (1/250) MS
Ma’rifatu ash-Shahabah – Abu Nu’aim (2/1030) MS

Sedangkan biografi Dzu asy-Syimalain bersamaan pernyataan bahwa Dzu asy-Syimalain adalah Dzul Yadain dapat dilihat di:

al-Jarh wa at-Ta’dil – Ibnu Abi Hatim (3/447) MS
ath-Thabaqat al-Kubra – Ibnu Sa’ad (3/167) MS
ats-Tsiqaat – Ibnu Hibban (3/120) MS

Kesimpulan:

Berdasarkan:

a.Para imam-imam hadits [yang, ed-] bersepakat (kata Ibnu Hajar) bahwa az-Zuhri melakukan kesalahan.
b. Riwayat Muslim (No 897 – MS) yang menyatakan bahwa bahwa Dzul Yadain dari Bani Sulaim.
c. Biografi yang menyatakan bahwa Dzul Yadain tidak sama dengan Dzu asy-Syimalain.

Maka yang betul adalah dalam hadits Abu Hurairah adalah Dzul Yadain yang wafat beberapa lama setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga Abu Hurairah memang betul-betul menyaksikan dan kejadian tersebut bahkan kejadian tersebut diriwayatkan juga dari Muthir, Ibnu ‘Umar dan ‘Imran bin Hushain.

Kalau seandainya betul-betul Dzul Yadain ini Dzu asy-Syimalain (padahal tidak), pernyataan Abu Hurairah “Kami shalat bersama Rasulullah ‘alaihi ash-shalatu wa as-salam …” makna “Kami” bisa diartikan “shahabat” yang shalat bersama Rasulullah ‘alaihi ash-shalatu wa as-salam meskipun Abu Hurairah tidak ikut di dalamnya di mana sangat mungkin beliau tidak meriwayatkan langsung kejadian itu tapi dari shahabat yang lain. Akan tetapi sekali lagi yang betul adalah Dzul Yadain bukanlah Dzu asy-Syimalain.

Ini kesekian kalinya saya menjawab tuduhan orang syi’ah dan orientalis dan kaum islam liberal yang sangat benci dengan Abu Hurairah dan juga al-Bukhari. Hati-hati dengan segala syubhat dan keragu-raguan dari mereka. Gunakan kaidah dasar “Tinggalkan yang kamu ragukan dan tetap berpegang pada yang tidak meragukan” dan “Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keragu-raguan”. Saya sudah membuktikan berkali-kali kebohongan mereka (syi’ah, orientalis dan islam liberal) setelah berdialog langsung serta membaca buku-buku mereka.

ALLAH A’lam

Abu Ali
(Noor Akhmad Setiawan)

Dinukil dari url:

http://www.facebook.com/notes.php?id=1047101720&s=0#!/note.php?note_id=225580471040

  1. Arief Fadhillah
    1 Mei 2011 pukul 15:39

    Assalamu’alaikum.

    Jadi, siapa sebenarnya Shahabat yg bernama Dzul yadain ra.? Dimana saya bisa mendapatkan biografinya?

    Pada artikel di atas, penulis telah memberikan panduan agar mengecek lebih jauh ke kitab-kitab tersebut:
    “Fathul Bari Syarh al-Bukhari – Al-Hafidz Ibnu Hajar (4/245)
    Al-Minhaj Syarh Muslim – an-Nawawi (2/346)

    Biografi Dzul Yadain yang menyatakan bahwa Dzul Yadain bukan Dzu asy-Syimalain dapat dilihat di:

    Usud al-Ghabah – Ibnu al-Atsir (1/345)
    al-Isti’ab fii Ma’rifati al-Ashab – Ibnu Abdil Barr (1/141)
    al-Ishabah fiii Ma’rifati ash-Shahabah – Ibnu Hajar ( 2/215)
    Tahdzib al-Asma’ – an-Nawawi (1/250)
    Ma’rifatu ash-Shahabah – Abu Nu’aim (2/1030)

    Sedangkan biografi Dzu asy-Syimalain bersamaan pernyataan bahwa Dzu asy-Syimalain adalah Dzul Yadain dapat dilihat di:

    al-Jarh wa at-Ta’dil – Ibnu Abi Hatim (3/447)
    ath-Thabaqat al-Kubra – Ibnu Sa’ad (3/167)
    ats-Tsiqaat – Ibnu Hibban (3/120)”

  2. Arief Fadhillah
    1 Mei 2011 pukul 16:41

    Di dalam Muwattha’ Imam Malik, ada riwayat yg serupa dengan riwayat Dzul Yadain, tetapi memakai nama Dzul Symalain dan dalam hadits tersebut DzulSymalain adalah DzulYadain!!!

    “Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Bakar bin Suliman bin Abu Hatsmah berkata; telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat dua rakaat antara shalat dzuhur atau asar, kemudian beliau salam pada dua rakaat. Dzus Syimalain bertanya, \”Wahai Rasulullah, apakah anda mengqashar shalat atau memang lupa?\” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: \”Saya tidak mengqashar shalat dan tidak juga lupa.\” Dzus Syimalain berkata, \”Wahai Rasulullah, salah satunya telah terjadi.\” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap orang-orang dan bertanya: \”Apakah Dzul Yadain benar?\” mereka menjawab, \”Ya benar, wahai Rasulullah.\” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menyempurnakan shalat yang tersisa, setelah itu salam.\” Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa’id bin Musayyab dan dari Abu Salamah bin Abdurrahman seperti dalam hadits tersebut.”

    (Muwaththa’ Imam Malik no.197)

    DEMIKIAN PULA BAHWA DZULSYMALAIN dan DZULYADAIN ADALAH ORANG YG SAMA, TERDAPAT DALAM HADITS:

    SUNAN NASA’I: 1213, 1214, 1215

    “Telah mengabarkan kepada kami ‘Isa bin Hammad dia berkata; telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yazid bin Abu Habib dari ‘Imran bin Abu Anas dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wa Sallam suatu hari mengerjakan shalat dan beliau salam pada rakaat kedua kemudian pergi. Dzu Syimalain menjumpainya dan berkata kepada beliau; \”Apakah shalat ini dikurangi ataukah engkau lupa?\” Beliau Shallallallahu’alaihi wasallam menjawab: \”Shalat tidak dikurangi dan juga tidak lupa\”. Dia berkata; ‘ \”Baik, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran.\” Beliau Shallallallahu’alaihi wasallam bersabda: \”Apakah Dzul Yadain benar?\” Mereka menjawab, \”Ya\”. Lalu Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wa Sallam shalat bersama orang-orang dua rakaat.\”

    • 2 Mei 2011 pukul 13:11

      Bisa antum diskusikan bersama Ustadz Abu Ali. Artikel di atas sudah ana sertakan url-nya, agar bila ada yg berkepentingan bisa menghubunginya langsung. Jazaakallaahu khairan udah berkomentar di sini.

      • Arief Fadhillah
        6 Mei 2011 pukul 10:17

        Terimakasih, anda sungguh rendah hati.

  3. Arief Fadhillah
    1 Mei 2011 pukul 16:43

    Arief Fadhillah :

    1)Dalam shahahusittah, Dari sekitar 36 Hadits dari dzul yadain ini, mayoritas (32 hadits) diriwayatkan oleh abu hurairah.
    2)Sedangkan DUA hadits dari Muthir (tabiit tabiin) menyatakan ia bertemu langsung dengan Dzul Yadain (shahabat) di Dzil Khusub/ Dzil kasyab.(Musnad Ahmad:16108, 16109). Ini suatu kebohongan.
    3)SATU Hadits dzul yadain diriwayatkan dalam kesaksian langsung ibnu Umar dari Nafi “mawla ibnu umar” dalam sunan ibnu majah no.1203. Nafi’ dikenal orang yg buruk hafalannya.
    4)Selain ketiga orang ini, hanya Umi Ishaq dari Ummu Hakim binti dinar dari Basysyar bin abdulmalik dari Abdusshamad bin abd.haris saja yg meriwayatkan SATU HADITS dari dzul yadain dalam Shahahustis’ah yaitu dalam Musnad ahmad: 25822. Ummu Hakim adalah shahabat sementara Basysyar adalah thabiin yg tidak berjumpa dengan shahabat. Sanad hadits ini putus. Tetapi, hadits ini bukan hadits mengenai Lupa Rakaat Sholat.
    5)Imran bin hussein ra.TIDAK JELAS meriwayatkan dari dzulyadain. Silahkan lihat Musnad ahmad:6903.shohih bukhari: 460
    HANYA HADITS DARI ABU HURAIRAH YG DITERIMA SEBAGAI HADITS2 SHOHIH YG MERIWAYATKAN PERISTIWA DZULYADAIN. ABU BAKAR DAN UMAR PUN TIDAK MERIWAYATKAN HADITS INI.

  4. Arief Fadhillah
    1 Mei 2011 pukul 16:47

    jADI, siapa yg berbohong? silahkan dikaji lebih lanjut.

    Dari paparan yang antum kasih, ana belum mendapati pentashihan riwayatnya dari sisi ulama ahli hadits. Jadi pendapat ana kembali pada apa yang diyakini oleh ahlis Sunnah, yaitu seluruh Shahabat Rasul adalah terpercaya. [Admin]

    • Arief Fadhillah
      6 Mei 2011 pukul 10:15

      Berkaitan dengan hadits ini, saya tidak melakukan tuduhan bahwa abu hurairah telah berdusta. Tetapi, riwayat tersebut memuat keganjilan. Ini mengindikasikan bahwa riwayat ttg dzulyadain ini tidak benar.

      Wallaahu A’lam

  5. Abu Yazid Nurdin
    10 Juni 2011 pukul 04:16

    Arief Fadhillah :

    Arief Fadhillah :
    Nafi’ dikenal orang yg buruk hafalannya.

    Afwan akh Arief, kalau berkenan tolong saya diberi satu rujukan saja yang valid bahwa ada salah seorang imam jarh wa ta’dil yang mu’tabar mengatakan hal tersebut. Sependek pengetahuan ana, Al-Bukhari mengatakan bahwa:
    أصح الأسانيد : مالك ، عن نافع ، عن ابن عمر
    “Sanad yang paling shahih itu adalah: Dari Malik, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar”
    (Lihat Al-Bidaayah wan Nihaayah Ibnu Katsiir, juz 9 hal. 296, Cet. Daarul Hadits Al-Qaahirah)

    Tidak mungkin jalur periwayatan itu dikatakan paling shahih jika salah satu mata rantainya ada yg majruh seperti buruk hafalannya sebagaimana yg Anda nukilkan di atas. Mohon pencerahan. Jazaakallaahu khairan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: