Beranda > fatwa, Keluarga, Thaharah > Ber-jima’ dengan Istri Setelah Bersih dari Haid Tiba-tiba Keluar Darah Lagi?

Ber-jima’ dengan Istri Setelah Bersih dari Haid Tiba-tiba Keluar Darah Lagi?

 

Pertanyaan:

Syaikh yang mulia, ada seorang suami yang ber-jima’ dengan istrinya setelah istrinya berhenti dari haid dan telah mandi. Setelah selesai jima’, tiba-tiba keluar darah dan menempel di kemaluan suami. Bagaimana hukumnya?

Jawaban:

Dia tidak berdosa (tidak melanggar larangan ber-jima’ di waktu haid, pen.). Sementara darah yang keluar bukan darah haid.

(Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 22, no. 20)
Penerjemah: Ustadz Ammi Nur Baits
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Kategori:fatwa, Keluarga, Thaharah
  1. puput
    6 Februari 2011 pukul 21:59

    jika darah yang keluar itu bukan darah haid,maka bagai mana jika istri melakukan KB alami,sedangkan yg sy dengar setelah masa haid itu adalah masa subur.

    • 6 Februari 2011 pukul 22:19

      Yang mau ditanyakan yang mana? Jika yang anti maksud tentang darah istihadhah, ulama berselisih pendapat tentang hukum menyetubuhi istri yang mustahadhah. Mayoritas ulama memperbolehkan–dan inilah pendapat yang benar–karena hukum asal segala sesuatu adalah boleh (kecuali jika ada dalil yang melarang, pen.)

      Dinukil dari: Al-Ikhtiyarat Al-Fiqhiyah lil Imam Al-Albani, hlm. 69, Dar Al-Ghad Al-Jadid, Mesir, 1427 H melalui http://konsultasisyariah.com/hukum-menyetubuhi-istri-yang-sedang-istihadhah.

      Dan jika yang dimaksud adalah kb alami, itu pun boleh, Allaahu A’lam.

  2. 22 Maret 2014 pukul 16:51

    yg sy tanyakan bgaimana hkm untuk si istrnya?stelah mengetahui keluar darah lg,apakah selanjutnya dihukumi haidl lg{haidl yg terputus}atau gmna mhn penjelasanny?yg jelas kbysaan haidl wnta tsb 6 hari,dan selang 2 hr sehabis melakukan jimak keluar darah lg.

    • 8 April 2014 pukul 18:35

      Jika darah yg keluar itu telah lewat dari jadwal rutin dan sifat darahnya bisa dipastikan berbeda dg darah haid, maka itu dihukumi darah istihadhah. Dia tetap wajib shalat dan puasa dan boleh berhubungan dg suami. Adapun darah istihadhah tsb dibersihkan setiap hendak wudhu, tanpa harus mandi. Wallaahu a’lam.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: