Beranda > FAIDAH ILMIYYAH, Tela-ah Haadits > Dua Nikmat yang Kebanyakan Manusia Tertipu

Dua Nikmat yang Kebanyakan Manusia Tertipu

Nabi bersabda: “dua nikmat kebanyakan manusia tertipu dg keduanya yaitu: sehat dan waktu luang” HR.Bukhori, attirmidzi, ibnu majah dari sahabat Ibnu Abbas. Fawaid:
1. Kesehatan dan waktu luang adalah nikmat, manfaatkan keduanya untuk ibadah.

2. Orang bisa tertipu dengan kesehatan dan waktu luang.

3. Gunakan sehatnya hati untuk memahami ayat-ayat Alloh, sehat mata untuk melihat kekuasaanNya diantaranya baca al Qur’an, sehat telinga untuk mendengarkan ayat-ayatNya sebagaimana QS. 16:78, jika tidak terancam oleh QS. 7:179.

4. Doa dzikir pagi petang, doa minta sehat badan, pendengaran dan penglihatan karena merupakan wasilah untuk mempelajari ilmu.

5. Rasakan nikmatnya sehat ketika sakit.

6. Waktu yang kita lalui akan ditanya sebagaimana dalam hadits; orang akan ditanya umur dan waktu mudanya untuk apa digunakan.

7. Termasuk kebaikan islam seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak ada gunanya.

Kiat-kiat untuk tidak tertipu dengan keduanya:
1. Bandingkan nikmat sehat ketika kita sakit.

2. Bandingkan nikmat waktu luang ketika kita sibuk.

3. Mengatur waktu dengan sebaik2nya.

4. Memilih yang terpenting di antara yang penting.

5. Kikir terhadap waktu.

6. Fahami segalanya dengan pandangan akherat, sebagaimana perkataan Imam Ahmad; bahwa aku ingin setiap orang berniat (mendapat pahala) ketika minum, makan, dan yang lain (Jami’ul ulum wal hikam).

7. Katakanlah: Ya Alloh tidaklah Kau ciptakan semua ini sia-sia Lihat QS. 3:190-191

Pertanyaan:

Urusan kantorlah yg paling banyak menyita waktu, bgmn agar berfaidah juga utk Akherat? Syukron
Demikian jg dengan keluarga stadz, bagi kami yg bekerja full 1 minggu senin_jumat, kadang gak enak juga di sabtu-ahad sibuk keliling taklim tholibul ilmi, ada aja acara keluarga (arisan dll), shg dengerin radio adalah satu2nya media…mohon nasehatnya stadz, ‎

Jawab:

Niat adalah segalanya, sebagaimana dalam kaidah: semua urusan tergantung tujuannya. Misalnya, satu suap yg diberikan kpd istrinya berpahala, termasuk berhubungan dengan istrinya. Maka pandangan agamalah yang merubahnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: