Beranda > Biografi Teladan, HAADITS, Hadits 'Arba'in > Sekilas Tentang Hadits Arba’in

Sekilas Tentang Hadits Arba’in

Hadits Arbain merupakan sebuah kitab yang banyak dijadikan pembahasan dalam kajian-kajian  ilmiah, diktat pelajaran utama untuk dipelajari,dipahami dan diamalkan pada kebanyakan madrasah dan sekolah islam.  Imam Nawawi  menentukan  Hadits Arbain sebagai kaidah/prinsif-prinsif dasar agama islam dan kandungannya  adalah hadits-hadits sohih,hanya dua hadits yang dinilai dhoif oleh Seikh Albani yakni hadits Arbain no.30 dan 41. Sebuah kaidah ilmiah ketika matan hadits sulit dipahami sebagian kaum mu’minin maka ulama mensyarahkannya . Banyak ulama mensyarahkan kitab Al-Arbain An-Nawawi diantaranya Seikh Albani, Seikh Abdurrahman Assya’di , Syaikh Utsaimin rahimahullah dan lain-lain.

Imam Nawawi dijuluki Abu Zakaria dan beliau digelari Muhyidin (yang menghidupkan agama). Beliau dikenal sebagai ulama yang fakir, pada usia muda beliau sudah hafal Al-Qur’an, dididik pada keluarga yang agamis dan cinta pada ilmu. Setelah hafal Al-Qur’an, oleh ayahnya dimasukkan madrasah untuk dididik, dicek kebenaran hafalannya, menghafal matan-hatan hadits. Beliau memiliki satu waktu untuk menghafal sehingga sampai ribuan hadits ia hafal hanya dalam waktu empat setengah bulan. Dalam satu hari beliau membaca dua belas kitab kemudian beliau mengomentarinya. Semasa da’wahnya beliau senantiasa menasehati raja agar berpegang teguh pada agama dan cinta ilmu.Imam Nawai adalah ulama yang faqih dalam Madzhab Syafi’i sehingga jika mengkaji sebuah masalah, beliau membuka banyak kitab.

Para ulama menjelaskan akhlak beliau, bahwa Imam Nawawi seorang alim, setiap waktu dalam ketaatan pada Allah, Rabbani, Zuhud (tidak meminta-minta pada orang), amal ma’ruf nahi munkar, menasehati hakim dan raja serta beliau tidak pernah takut pada celaan orang. Ulama menjelaskan bahwa pada masa hidupnya beliau mempunyai 3 derajat yakni:

1.  Telah mengumpulkan ilmu

2.  Zuhud

3.  Tidak ada contoh pada zamannya yang menegakkan amal ma’ruf nahi munkar.

Beliau mengkritik guru-gurunya yang semadzhab pada zamannya, meringkas,  mensyarah, mengomenteri dan menjelaskan kitab-kitab mereka.  Beliau meninggalkan 22 kitab dalam masa hidupnya  selama 45 tahun mengisyaratkan oleh ulama umur yang pendek yang penuh berkah. Di antara kitab-kitabnya Kitab Arbain An-Nawawi , Riyadusshalihin, Minhajutthalibin dan lain-lain.

Mudah- mudahan Imam Nawawi tidak ada unsur kesengajaan untuk memasukan hadits dhoif, ini ijtihad beliau dan tetap diberikan pahala oleh Allah. Karena para ulama menjelaskan hadits dhoif tidak bisa dijadikan sebagai hukum sekalipun fadhilatul amal, hal ini dikarenakan :

1. Sulit untuk menimbang mana amal yang utama antara satu dengan yang lain jika dengan mengikuti hadits dhoif.

Contoh : hukum jihad bisa fardu ‘ain dan fardu kifayah sedangkan hukum dzikir adalah fardu ‘ain

2. Seseorang akan meninggalkan sesuatu yang lebih utama dari yang lain karena mengamalkan hadits dhoif. Contoh orang yang terpaut pada kisah-kisah dhoif  dari pada keutamaan akhlak. Padahal akhlak lebih utama  untuk diketahui.

Adapun jika seseorang mengikuti hadits dhoif dengan alasan ada hadits sohih yang mendukungnya, maka dapat dijelaskan bahwa hendaklah ia meninggalkan hadits yang dhoif dan mengamalkan hadits yang sohih.

Bila mana seseorang ragu tentang kedudukan sebuah hadits yang akan dia kemukakan pada orang lain maka hendaknya ia menyampaikannya  dengan mengawali penyampaiannya bahwa ada sebuah riwayat atau perkataan ulama, atau ada atsar sahabat sehingga ia tidak berbicara atau menyampaikan atas nama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan terancam sebagai orang yang berdusta atas nama Rasullullah shollallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu a’lam.

Sumber:

http://ahsan.tv/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: