Beranda > TANYA JAWAB > Apa Hukum Nonton TV? (2)

Apa Hukum Nonton TV? (2)

Tulisan ini berasal dari catatan

al-Akh Sukpandiar Ibnu Muhammad Idris -hafidzahullah-, yang kami bagi menjadi dua bagian. Selamat menyimak sajian kami

:: Pendangkalan Akidah Via Kartun

Ummat Islam sadar atau tidak diserang dari pelbagai penjuru. Yang (paling) tidak  pernah kita sadari adalah lewat media Tele visi (TV), apa itu? Film Kartun jawabnya. Antum masih  ingat film Sin Chan, Kartun George sang Kera yang baik hati ? Atau si babi centil ( Piglet), semua dibikin imej yang bagus.

Kera dan babi itu Hina

Katakanlah (Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam) :” Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari orang fasik di sisi Allah? yaitu, orang yang di laknat dan dimurkai Allah, diantara mereka (ada ) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Tagut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus”

(Al-Ma’Idah: 61), demikian juga  dalam al-Baqoroh: 65.

Kita masih ingat betapa sin Chan anak kecil yang suka “ngerjain orang tuanya”, dibikin imej tak apa-apa yang penting niatnya bukan sungguhan, atau si Kera George , semua kelakuannnya dicitrakan baik, ya wajar karena yang bikin kaum Yahudi dan Nasaroh musuh besar ummat Islam.

Belum lagi film kartun pororoh dengan grup musiknya, seakan-akan musik itu boleh , bahkan banyak ummat Islam yang tak tahu bahwa musik itu haram!? Dan kelak jika zina, khamr, dan musik itu sudah merata (dianggap kebanyakan ummat Islam halal), maka ketauhilah ia akan menjadi Kera yang hina , baca selanjutnya Shahih Bukhori.

Dan masih banyak lagi keharaman yang terdapat dalam film kartun, seperti menghidupkan gambar mati, hewan bisa bicara dengan manusia, cerita yang tak nyata, yang bila kita tetap menontonnya (apalagi anak-anak), lama kelamaan akidah kita rusak, wallahu A’lam.

:: Ola Bola

Siapa sih yang tidak suka main bola dan nonton bola baik melihat langsung di lapangan , maupun lewat media televisi, sangat seru. Bahkan saking serunya, ada yang mati mendadak, apalagi pakai acara taruhan?! Belum lagi kalau sepak bola internasional, apakah itu kejuaran piala Eropa atau  piala dunia baik antar negara maupun klub. Nonton bareng namanya, hem.

Perhatian!

1. Dalam nonton bola bisa dipastikan adanya unsur tepuk tangan dan bersiul ‘Swit-swit” jika ada yang dikagumi. (Begitu pula teriakan riuh rendah yang hal ini hampir pasti didapati pada pertandingan sepakbola, admin_)

Ketauhilah hukum itu menurut  jumhur ulama mengatakan haram! Dalilnya?

Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan ( Al-an-Faal : 35), itulah cara orang Yahudi, dan kita haram meniru mereka, hayo siapa yang tahu haditsnya?

2. Ini yang penting, nonton bola/ main bola pasti melihat paha. Dan… “Paha adalah aurat. (HR.Abu Dawud no.4014 di Shahihkan oleh al-Albany)

Bagaimana kalau tidak ada unsur “ser” (syahwat terhadap aurat yang dilihat, admin_). Sama saja tetap haram, hayo siapa yang tahu hadits riwayat tersebut dan Quran surat apa?

3. Menyia-nyiakan waktu,

Jika Piala Dunia atau Eropa, jam tayang dini hari banyak orang yang memilih nonton bola ketimbang  sholat tahajjud, baca Qur’an, berdoa atau berdzikir, padahal waktu itu Allah turun, ayo siapa yang tahu dalilnya?

4. Menunda-nunda Shalat, siapa saja yang hobby nonton / main bola umumnya pasti menunda waktu shalatnya, sumber(nya adalah, admin_) pengalaman pribadi dan teman-teman yang hobby bola.  Baca lah surat Al-Ashr, rugi karena  waktu yang tak bermanfaat.

5. Adanya Taruhan, baik kecil maupun besar, baik iseng mapun benaran hukumnya tetap haram!

6. Adanya ‘jagoan’ kesebelasn masing-masing, terjadi saling olok, walaupun sekadar main-main, hukumnya sama saja, sesama muslim tidak boleh saling olok, hayo siapa yang tahu dalilnya?

7. Dan lain-lain, tambahin sendiri:

:: Ini Dia yang Bilang Musik itu Haram

Semua siaran TV apapun acaranya pasti ada musiknya. Entah itu acara olahraga, pendidikan, berita, ceramah Agama (Islam), lebih-lebih konser musik. Ada yang dengan syair atau cuma instrumentalia saja. Agar yang belum tahu siapa yang telah mengharamkan musik , ini dia orangnya:

Dari Abdurrahman bin Gahanm Al-Asy’ari -rahimahullahu-, dia berkata: “Abu ‘Amir atau Abu Malik Al-Asy’ari telah menceritakan kepadaku, demi Allah dia tidak berdusta kepadaku, dia telah mendengar Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Benar-benar akan ada beberapa kelompok orang dari umatku akan menghalalkan kemaluan (yakni zina), sutera 9bagi pria), khamr, dan alat-alat musik. Dan beberapa kelompok orang benar-benar akan singgah ke lereng sebuah gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang miskin mendatangi  mereka dengan suatu keperluan, lalu mereka berkata: ” Kembalilah kepada kami esok.” Kemudian Allah menimpakan siksaan kepada mereka di waktu malam, menimpakan gunung (kepada sebagian mereka, dan merobah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi sampai hari kiamat.” ( HR.Bukhori  dalam Shahihnya Bab Al-Asy-ribah)

Rosullullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atasku  (atas mereka) khamr, judi dan al-kuubah, beliau (Nabi) bersabda: “Dan setiap yang memabukkan haram.” al-kuubah adalah bedug, drum gendang dan alat musik lainnya. ( HR.Abu Dawud no.3696, dan di shahihkan al-Albany)

Rosulullah Shallallah ‘Alahi Wasallam bersabda:

Pada Umat ini akan terjadi khosf ( tanah tenggelam), maskh (wajah dan tubuh manusia di robah jadi binatang) dan qadzf (hujan Batu).” Seorang lelaki dari kaum muslimin bertanya: ” Wahai Rosulullah, kapan itu (terjadi).” Rosululllah menjawab” Jika telah muncul al-qoinaat (penyanyi-penyanyi dari budak wanita), al-ma’aazif (alat musik dari jenis apa saja, dan khomr telah di minum secara merata.” (HR.Tirmidzi no.2213, ia berkata shahih)

Ibnu Mas’ud  ( Sorang Sahabat Rosulullah) menafsirkan perkataan yang tidak berguna  dalam surat Luqman:6 adalah nyanyian, Nyanyian akan menimbulkan kemunafikan!

Ibnu Abbas salah seorang sahabat berkata, alat musik apapun haram hukumnya!

Imam Asy-Syafi’i (berkata):

“Nyanyian merupakan perkara melalaikan yang di benci, menyerupai kebatilan. Barang Siapa memperrbanyaknya maka dia seorang yang bodoh, persaksiannya di tolak.”

Imam Ahmad bi Hanbal (berkata): “Aku membenci qasidah-qasidah, itu bid’ah, jangalah bergaul denga mereka“.

Syubhat:

Banyak orang berdalil musik/nyanyian itu haram dengan berdalil dalam Shahih Bukhori, dibolehkan nyanyi dan bermain musik ada saat hari raya (Idul Fitrih dan ad-dha) serta walimah pernikahan, HR.Ahmad dan di shahihkan al-Albany. Padahal itu hanya kekhususan waktu tertentu bukan keumuman, lagian dilakukan oleh wanita ( anak kecil).

Persoalan:

Bagaimanakah dengan syair dengan kalimat yang baik misal diambil dari nash Quran dan hadits tanpa musik? Jawab boleh. Baca selanjutnya di HR.Bukhori no.2852 . Akan tetapi tidak boleh memperbanyaknya, apalagi dilagu-lagukan. Insya Allah akan di bikin note nya sendiri tentang syair/pantun atau sejenisnya.

Bagaimana dengan Nasyid Islami?

Syaikh Sholih Fauzan menjawab: “Penamaan ini tidak benar, itu merupakan penamaan baru. Tidak ada yang dinamakan nasyid-nasyid Islami itu di dalam kitab-kitab Salah, dan para ulama  yang perkataannya terpercaya. Yang di kenal, bahwa orang-orang Shusi-lah yang telah menjadikan nasyid-nasyid sebagai agama mereka.”

Syaikh al-Utsaimin berkata: ” Aku sudah lama mendengar nasyid-nasyid Islami, dan tidak ada padanya sesuatu yang harus di jauhi. Tetapi akhir – akhir  ini aku mendengarnya, lalu aku mendapatinya di lagukan dan didendangkan menurut irama lagu-lagu yang di iringi musik (Tasyabuh: penulis-Ibnu Muhammad Idris). Maka nasyid seperti ini tidak boleh.

Namun jika di lakukan secara spontanitas, tanpa irama lagu, maka mendengarkannya tidak mengapa, dengan syarat seseorang tidak menjadikannya kebiasaan. Dan Janganlah menjadikan hatinya tidak memperoleh manfaat kecuali dengannya. Karena dengan menjadikannya kebiasaan, berarti ia telah menyimpang dari nasihat yang paling agung, yaitu apa-apa yang tersebut di dalam kitab Allah dan Sunnah Rosulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam.”

Komentar Abu Hada, Yang jelas kita tidak diperintahkan menyanyi atau mendengar nyanyi baik dengan musik dan atau tanpa musik sekalipun, akan tetapi ” BACALAH” .

:: (Masalah gambar hidup, admin_)

Masalah gambar hidup (bergerak) baik dalam format video, TV dan atau sejenisnya memang terjadi ikhtilaf . Ada ulama yang mengharamkannya seperti Syaikh Muqbil dan Syaikh bin Baaz, alasannya gambar bergerak tersebut sama seperti foto (tandingan ciptaan Allah). Pendapat kedua , boleh saja, ini pendapat Syaikh Utsaimin, Hammad al-Anshori dan lainnya. Alasannya gambar bergerak tadi tetap seperti semula ( bergerak seperti aslinya) tidak seperti foto dari benda bergerak (hidup) menjadi benda mati, jadi bukan sebagai tandingan ciptaan Allah.

Wasilah

Kita anggap sebagai yang terlarang, akan tetapi larangan tersebut masuk kategori karena sebab wasilah ( sarana), yang diperbolehkan ketika ada kebutuhan dan maslahat yang besar. Ibnul Qoyyim berkata: “Sesuatu yang di haramkan karena wasilah dan membendung keharaman maka diperbolehkan ketika ada maslahat yang lebih besar, seperti bolehnya seorang dokter lelaki melihat aurat wanita, padahal hukum asalnya terlarang (Haram)”.

Kebutuhan

Ketika penjelasan yang haq membutuhkan alat-alat modern (TV misalnya) dan bila tidak digunakan maka akan menyebabkan lemahnya kebenaran, menangnya kebatilan, kesyrikikan merajalela, atau kebid’han susah dibendung, dan banyak dampak negatif lainnya, maka memilih kerusakan yang lebih ringan, maka hukumnya boleh.

Syaik bin Baaz berkata: “Apabila gambar untuk kemaslahatan umum seperti gambar untuk pengajian ulama dan ceramah mereka agar para pendengar yakin bahwa ucapan tersebut betul-betul dari  Syaikh Fulan, maka dalam kondisi ini dibolehkan”.

Komentar Sukpandiar Idris:

Dengan mengingat , menimbang, memperhatikan akan ketergantungan masyarakat akan TV yang banyak maksiatnya, serta keefektifan media televisi sebagai sarana dakwah, maka boleh jadi hukumnya wajib nonton tv. Hal ini mengingat karena:

1. Jangkauan TV sangat luas, bahkan bisa  ke seluruh dunia apalagi tv via internet,

2. Menangkal TV yang katanya “Islami” tapi koq yang didakwahi ke-syirikan dan ke bid’ahan, atau adanya “hiburan religi”???,

3. Bagi yang awam, dengan menonton TV yang syar’i bisa di jadikan langkah awal untuk mengaji langsung kepada Ustadz ahlussunnah,

4. Bila di suatu tempat belum ada ustadz atau ustadzah ahllus sunnah, maka TV bisa di jadikan alternatif untuk menuntut ilmu syar’i, yaitu Quran dan Hadits dengan pemahaman para sahabat (as-salaf ash-shalih),

5. Bagi yang tak sempat hadir di majelis ilmu, ada alternatif menuntut ilmu via TV.

Dengan Membaca firman  Allah Subhanahu wata’ala:

Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan ( orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.” ( Al-An’am:119).

Maka kehadiran TV tanpa maksiat mutlak diperlukan. Dan alhamdulillah TV tersebut telah ada, seperti Sarana Sunnah TV yang berkedudukan di Depok, Dakwah TV di Jember Jawa Timur, Rodja TV di Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat, semua (bisa, admin) streaming via internet.

Sedangkan TV  biasa (Ahsan TV) ada juga yang berada di Cikarang Barat ( dalam komplek Perumahan penulis-Abu Hada) melalu channel 11 VHF, baru bisa di akses  radius 20km.

Semua  TV di atas tanpa ada iklan, mengandalkan infaq donatur , karena itu kita dukung TV tersebut,  baik ide, tenaga ataupun infaq antum guna mencegah TV maksiat!

Cikarang Barat, 23 Dzulhijjah 1431 H / 30 November 2010 Jam 02.00 WIB,

Abu Hada Sukpandiar Ibnu Muhammad Idris

 

Kategori:TANYA JAWAB
  1. arsyad
    23 Desember 2011 pukul 13:56

    syukron sangat membantu. izin co-pas

  1. 21 Desember 2010 pukul 15:27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: