Beranda > Motivasi dan Peringatan > Wahai Mata, Sampai Kapan Engkau Terus Berkhianat?

Wahai Mata, Sampai Kapan Engkau Terus Berkhianat?

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dia mengetahui (pandangan) mata yang berkhianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”. (Al-Mu’min: 19)

 

Saat di kampus, di acara-acara seminar, di jalan, atau di mall, kita dengan bebas bisa melirik wanita-wanita model apapun. Tatkala sedang sendiri, kita dapat dengan mudah melepaskan pandangan yang diharamkan, menonton acara TV yang tidak diperbolehkan, memandang foto-foto “akhwat” di Facebook, dan sebagainya. Ketika bersama kawan, kita bisa memandangi kecantikan wanita di saat kawan kita tidak sedang memperhatikan kita. Tapi, benarkah itu kita? Astaghfirullahal adzim. Kitakah yang memiliki “mata yang berkhianat” itu?

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seseorang berada di tengah banyak orang lalu seorang wanita melintasi mereka. Maka, ia memperlihatkan kepada kawan-kawannya bahwa ia menahan pandangannya dari wanita tersebut. Jika ia melihat mereka lengah, ia pandangi wanita tersebut. Dan jika ia khawatir kawan-kawannya memergokinya, ia menahan pandangannya. Padahal, ALLAH ‘Azza wa Jalla mengetahui isi hatinya bahwa ia ingin melihat aurat wanita tersebut .”

Pembaca rahimakumullah,

Kita semua memang pernah melakukan maksiat, tapi mau sampai kapan kita terus bermaksiat kepada ALLAH? Saya yakin kita semua telah paham bahwa memandang wanita yang bukan mahram adalah haram hukumnya. Kita tahu hal itu salah, dosa, tapi kenapa masih dilakukan? Benarkah hati kita sakit, atau bahkan sudah mati, mengira bahwa ALLAH tidak melihat tatkala kita bermaksiat?

Tidakkah kita sadari bahwa setiap gerak, nafas, dan ucapan kita direkam dalam catatan malaikat dan disaksikan oleh ALLAH Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala sesuatu? Tidakkah kita ingat bahwa sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya? Tidakkah kita malu jika catatan perbuatan kita dibuka di hari kiamat nanti sementara di sana terdapat rekaman dosa yang kita kerjakan di saat sendiri, di saat sembunyi memandangi wanita-wanita itu, baik yang kita lakukan di dunia nyata maupun dunia maya?

ALLAH berfirman: “Tidakkah mereka mengetahui bahwa ALLAH mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka lakukan dengan terang-terangan?” (Al-Baqarah: 77)

Sungguh, bila secara ilmu seseorang itu tidak ada masalah, berarti yang bermasalah adalah hatinya. Ya, hatilah yang bermasalah. Bila memang itu terjadi pada kita, coba kita koreksi hati kita, karena pasti ada yang tidak beres. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila baik daging itu maka baik pula seluruh tubuh dan bila rusak maka rusak pula seluruh tubuh, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati.(HR. Bukhari dan Muslim)

Pembaca rahimakumullah,

Kita memang bisa bersembunyi dari manusia, tapi bisakah kita bersembunyi dari ALLAH? ALLAH Jalla wa ‘Alla berfirman: “Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari ALLAH, padahal ALLAH beserta mereka.” (An-Nisaa’: 108)

Sesungguhnya sebaik-baik ketaatan adalah muraqabatullah, merasa di awasi oleh ALLAH, di setiap waktu. Muraqabatullah menjadikan seseorang sadar bahwa setiap gerak-gerik dan lirikan matanya selalu diawasi oleh ALLAH ‘Azza wa Jalla. Muraqabatullah juga menyebabkan seseorang yang beramal ketika sendirian sama baiknya dengan apa yang dia lakukan ketika bersama banyak orang.

Ya ikhwan… janganlah kita melupakan materi-materi kajian, utamanya tentang fitnah wanita. Sebab demikian dahsyatnya fitnah yang bernama wanita itu. Sampai-sampai Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Lebih baik aku berjalan di belakang singa daripada berjalan di belakang wanita!”.

Mari kita sudahi kegiatan “mata yang berkhianat” ini dengan menghindari apa-apa yang dapat membuka pintunya, yaitu mengurangi menonton TV atau bahkan tidak usah menonton sama sekali, menghapus friendlist wanita di Facebook, mengurangi pergi ke tempat-tempat ikhtilath seperti mall dan sebagainya, dan tentu saja beristighfar kepada ALLAH Yang Maha Pengampun.

“Dan beristighfarlah kalian kepada Rabb kalian kemudian bertaubatlah kalian kepada-Nya, sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (Hud : 90)

Astaghfirullahal adzim… Ya ALLAH, jadikanlah kedua mata kami ini benar-benar mata seorang mukmin dan bukan mata munafik, dan selamatkanlah kami dari fitnah wanita.

Wallahu a’lam bish-shawwab.

Dari Catatan Saudaraku Fillah:

Abu Bilqis Paiman bin Bandi al-Klateni

http://akhpaiman.wordpress.com/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: