Beranda > FAIDAH ILMIYYAH, FIQIH DAN HUKUM ISLAM > Hukum Gambar Bernyawa (1)

Hukum Gambar Bernyawa (1)

Tulisan ini berasal dari catatan

al-Akh Sukpandiar Ibnu Muhammad Idris -hafidzahullah-, yang kami bagi menjadi dua bagian.

:: Muqaddimah

Banyak yang menganggap larangan menggambar mahluk bernyawa  adalah terbatas pada lukisan dengan tangan, sementara gambar dengan teknologi (ilmu pengetahuan) misal sejenis kamera tidaklah mengapa. Alasan mereka adalah teknologi tidak terkait dengan syariat, toh di Zaman Rosulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam belum ada yang namanya kamera dan atau syubhat lainnya.

Dalil / Dasar Hukum

Manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah para tukang gambar” ( HR.Bukhori no.5494 dan HR.Muslim 3944),

Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan di adzab pada hari kiamat, di katakan kepada mereka, ” hidupkan apa yang kalian ciptakan.” (HR.Bukhori : 5495),

Rosulullah Shallallah ‘Alaihi Wa sallam bersabda,

Barangsiapa menggambar suatu gambar, dia akan di adzab dan di bebani untuk meniupkan roh ke dalam gambar itu) sedangkan dia tidak mampu “. (HR. Bukhori 6520)

Dari ‘Aisyah berkata: ” tatkala Nabi Shallallah Shallallah ‘Alaihi Wasallam sakit keras, isterinya menyebutkan sebuah gereja yang dinamai ‘Maria’, sedangkan Ummu Salamah dan Ummu Habibab pernah datang ke negeri Habasyah (Mesir sekarang,  Sukpandiar Idris_) , lalu keduanya menceritakan  keindahan gereja itu dan gambar-gambar di dalamnya, Lalu Rosulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam mengangkat kepalanya sambil bersabda:

Mereka itu (kaum Nasrani, penulis Abu Hada) jika seorang tokoh mereka meninggal dunia, mereka membangun tempat ibadah di atas kuburnya, lalu mereka membuat gambarnya, mereka adalah sejelek-jelek manusia di sisi Allah pada hari kiamat.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Para Malaikat  tidak akan masuk rumah yang ada anjing dan gambar-gambar.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Ada sesorang meminta  fatwa kepada Ibnu Abbas, salah seorang sahabat ahli tafsir diminta fatwanya oleh tukang gambar. Ibnu Abbas berkata “mendekatlah kepadaku”, lalu tukang gambar mendekat sampai beliau (Ibnu abbas) meletakkan tangannya di atas kepala tukang gambar, sambil berkata: ” Akan aku beritahu engkau apa yang aku dengar langsung dari Rosulullah dan bersabda:

Setiap orang yang menggambar akan diadzab di neraka, dia diperintah untuk meniupkan ruh untuk setiap gambar yang ia buat, maka ia diadzab dengan hal itu di neraka.” lalu beliau berkata: ” Jika kamu harus melakukannya (menggambar), maka gambarlah pohon dan sesuatu yang tidak mempunyai ruh.” HR. Muslim no: 3945.

Komentar Sukpandiar Idris (Penulis artikel ini, admin_):

Dari fatwanya Ibnu Abbas seorang yang terjamin keilmuannya oleh Rosulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam, begitu keras tentang pengingkaran gambar mahluk bernyawa, sampai-sampai beliau meletakkan tangannya di atas kepala tukang gambar.

Kedua, dari HR.Muslim di atas sangat jelas bahwa menggambar  semua mahluk bernyawa yang mempunyai ruh ( hewan dan Manusia) adalah haram, baik itu berupa lukisan tangan dan atau memakai alat kamera, tentang hal ini akan dibahas fatwa ulama tentang gambar memakai alat yang bernama kamera , esok Insya Allah ana bikin notenya. (Note yang beliau maksud telah ana gabungkan di sini, Admin-)

Ketiga, Pada aplikasi ruqyah yang pernah Ibnu Muhammad Idris praktikan ternyata, apapun gambar yang berada di rumah ada gambar mahluk bernyawa (manusia dan hewan), baik berupa lukisan dan atau hasil jepretan kamera, baik di tempel di dinding dan seprei , bantal dan guling, dan lain-lain tempat, ternyata para jin sangat betah di rumah tersebut.

Artinya ruqyah belum berhasil. Akhirnya ana menyarankan agar semua gambar (baik berupa lukisan maupun hasil produk kamera) bernyawa di keluarkan dari rumah si pasien , setelah itu di ruqyah lagi, alhamdulillah si Jun, eh salah si Jin (yang jahat, admin-) laknatullah keluar dari tubuh si pasien!

:: Apakah Foto itu Sama Dengan Lukisan?

Foto/gambar hasil jepretan kamera  dikenal baru pada abad ke-19. Artinya secara  bahasa ia bid’ah karena pada zaman Rosulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam belum ada teknologi tersebut. Masalahnya sekarang adalah, apakah gambar yang dihasilkan dari kamera ( termasuk dari HP) tadi adalah lukisan juga? Ada dua pendapat Ulama tentang hal ini:

Pertama:

Syaikh al-Fauzan, Syaikh al-Albany, Syaikh bin Baz dan lainnya -rahimahumullaahu- berpendapat haram , kecuali yang bersifat mendesak misalnya: untuk SIM , KTP karena kondisi darurat ( Fatawa Nur ‘ala ad-Darb 2/205).

Alasan : karena hasil cetakkan kamera dan alat lain sejenis tidak bisa lepas dari sebutan gambar, hanya cara mendapatkannya berbeda, yang dihukumi adalah hasilnya bukan caranya, sedangkan gambar makhluk bernyawa adalah haram. Fatawa Lajnah Nur ‘ala ad-Darb 2/205.

Kedua :

Syaikh Ibnu Sholih al-Utsaimin, Syaikh Sholih al-Luhaidan -rahimahumallaahu-  membolehkannya.

Alasan : Foto hasil kamera tidak sama dengan melukis dengan tangan, orang yang menekan foto hanya menekan tombol lau jadilah sebuah foto, maka ini tidak lain hanya memindahkan gambar dengan kamera dan bukan menggambar, dan orang yang memfoto tidak menandingi ciptaan Allah karena ia hanya memindahkan  gambar saja dengan alat modern.

Mana yang Rojih  (Kuat) ?

Yang terkuat adalah pendapat pertama, yaitu haram, dengan beberapa sebab:

1. Foto yang dihasilkan dari kamera dengan lukisan adalah sama, bahkan lebih mirip dengan aslinya, maka bahaya fitnahnya lebih besar dari gambar tangan (Fatawa Lajnah Da’imah no.2296),

2. Foto adalah suatu perkembangan zaman, dan kita tahu bahwa perbedaan cara tidak membedakan hukumnya jika keduanya menghasilkan yang sama. Contoh, menyembelih ayam  tidak harus pakai pisau, akan tetapi pakai alat modern seperti mesin pemotong pun bisa dilakukan,

3. Ada syubhat lain, yaitu, bahwa foto tidak lain adalah sama dengan cermin dan tidak ada yang mengatakan gambar cermin hukumnya haram. Maka jawabnya adalah berbeda antara foto dengan cermin karena gambar di cermin tidak diam , sedangkan gambar foto adalah gambar diam, demikian (perkataan) Syaikh Muhammad ibnu Ibrohim dalam majmu fatawa-nya.

Komentar Abu hada (yaitu penulis artikel ini, admin-):

Pertama:

Memperhatikan hadits Muslim no 2073  dan no.3495 pada mukoddimah note ini.” Celaka Engkau, jika kamu enggan untuk (meninggalkan )perbuatanmu, maka gambarlah pohon atau apapun yang lain yang tidak ada ruhnya“. dengan demikian jelas hasilnya yaitu yang mirip ciptaan Allah yang punya ruh,  yaitu hewan dan manusia tetap terlarang bukan cara bagaimana kita melakukannya.

Kedua :

Foto/ gambar yang dihasillkan suatu kamera atau teknologi lainnya tidak pernah dapat dijadikan alat bukti, baik dalam perkara pidana maupun perdata. Foto hanya  pendukung alat bukti, itu pun harus dikuatkan dengan alat bukti lain seperti saksi, dan atau akta otentik lain seperti akta notaris, akta nikah dan lainnya. Mana ada orang yang mengaku-ngaku pernah menikah dengan si fulan hanya dengan menunjukkan foto nikah saja sudah cukup sebagai alat bukti di muka umum atau di Pengadilan? Harus dengan akta nikah! Sumber pengalaman pribadi sebagai advokat selama 13 tahun.

Ketiga:

Dengan foto lebih banyak mudorat daripada manfaatnya. Apalagi jika ia wanita, cantik lagi ( tentang hal ini baca note ana  HUKUM MEMANDANG WANITA, [Insya Allah juga akan dimuat di blog ini, admin_]) beberapa bulan lalu, akan timbul berbagai fitnah. Jika ada syubhat, darimana seseorang tahu bahwa kita itu adalah fulan bin fulan seperti dalam Face book (FB) kalau tidak dengan foto? Ana jawab, gampang, berikan data anda dalam profil dengan jujur baik nama, asal sekolah, dan lainnya. Bila tidak, tinggal klarifikasi saja siapa anda sebenarnya, tidak repot kan!?

Penulis

Abu Hada Sukpandiar Ibnu Muhammad Idris Al-Palimbani

http://www.facebook.com/notes/sukpandiar-idris/

___________

Insya Allah berlanjut di:

  1. Hukum Gambar Bernyawa (2)
  2. Lagi, Hukum Gambar Makhluk Bernyawa 1
  3. Lagi, Hukum Gambar Makhluk Bernyawa 2
  4. Fatwa Asy-Syaikh Muqbil Tentang Gambar Dua Dimensi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: