Beranda > FAIDAH ILMIYYAH, HAADITS > Pernahkah Anda Mengamalkan Puasa Tarwiyah?

Pernahkah Anda Mengamalkan Puasa Tarwiyah?

Puasa Tarwiyah atau puasa ditanggal 8 Dzulhijjah, barangkali anda pernah mendengarnya atau bahkan mengamalkannya.

Pernahkah terlintas dalam benak anda dalil yang mendasari puasa ini?

Jika anda berpeluang untuk berselancar di dunia maya, ketikkan puasa tarwiyah pada Google, maka anda akan sampai dibeberapa pemberhentian. Salah satunya disini. Dalam site milik warga NU, apakah ada dalilnya tentang puasa ini? maka berikut saya kutipkan keterangannya;

Sementara puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan hadits ini dloif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Berarti jelas haditsnya dhoif.

Lalu cobalah berjalan lagi, kita sampai di site milik Pesantren Hamidiyah. Adakah kita dapatkan dalil tentang puasa tarwiyah ini? Maka berikut kutipannya;

“Tidak ada satu hadis pun yang jelas dan tegas menyatakan sunat berpuasa pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzul Hijjah).

Disana juga menyebutkan bahwa dasarnya adalah kehati-hatian dalam rangka mendapatkan fadhilat puasa Arafah (yakni tanggal 9 Dzulhijjah).

Tarwiyah itu hukumnya sunat berdasarkan dua alasan berikut:Atas dasar ihtiyath (berhati-hati) dan cermat dalam mengupayakan mendapat fadilah puasa Arafah yang begitu besar. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in berkata:
Termasuk sunat muakad

Jadi sepakat dari penelusuran dunia maya ini TIDAK ADA DALIL yang SAH untuk puasa Tarwiyah.

Mari kemudian kita mengkaji temuan lainnya mengenai dalil puasa tarwiyah ini. Pada temuan disini, kita akan mendapatkan penjabaran mengenai dalil dari puasa tarwiyah ini;

Dalil tersebut adalah berbunyi sebagai berikut;

“Artinya : Puasa pada hari tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun”.

Diriwayatkan oleh Imam Dailami di kitabnya Musnad Firdaus (2/248) dari jalan.

1. Abu Syaikh dari :
2. Ali bin Ali Al-Himyari dari :
3. Kalby dari :
4. Abi Shaalih dari :
5. Ibnu Abbas marfu’ (yaitu sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Bagaimana derajat hadits ini. Pengtahrij/peneliti hadits ini, ustadz Abdul Hakim berkata:

“Saya berkata : Hadits ini derajatnya maudhu’. (yakni PALSU)

Sanad hadits ini mempunyai dua penyakit.

Pertama : Kalby (no. 3) yang namanya : Muhammad bin Saaib Al-Kalby. Dia ini seorang rawi pendusta. Dia pernah mengatakan kepada Sufyan Ats-Tsauri, “Apa-apa hadits yang engkau dengar dariku dari jalan Abi Shaalih dari Ibnu Abbas, maka hadits itu dusta” (Sedangkan hadits di atas Kalby riwayatkan dari jalan Abu Shaalih dari Ibnu Abbas).

Imam Hakim berkata, “Ia meriwayatkan dari Abi Shaalih hadits-hadits yang maudhu’ (palsu)”. Tentang Kalby ini dapatlah dibaca lebih lanjut di kitab-kitab Jarh wat Ta’dil :

1. At-Taqrib 2/163 oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar.
2. Adl-Dlua’faa 2/253, 254, 255, 256 oleh Imam Ibnu Hibban
3. Adl-Dlua’afaa wal Matruukkin no. 467 oleh Imam Daruquthni.
4. Al-Jarh wat Ta’dil 7/721 oleh Imam Ibnu Abi Hatim.
5. Tahdzibut Tahdzib 9/5178 oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar

Kedua : Ali bin Ali Al-Himyari (no. 2) adalah seorang rawi yang majhul (tidak dikenal).”

Jadi terang benderanglah sekarang bagaimana dalil mengenai puasa tarwiyah ini.

Setelah mengetahui yang demikian, maka anda tidak boleh lagi mengamalkan puasa tarwiyah dengan alasan ada haditsnya (meski lemah, dan dalam penelusuran ilmiah diatas ternyata: PALSU).

Mudah-mudahan ada manfaatnya, agar kita tidak keliru dalam beribadah.

Wallahu a’lam

* Arti Tarwiyah : Dari situs ini dijelaskan sebagai berikut;

Tarwiyah means watering or satisfying the thirst, and the 8th of Dhu-l-Hijjah is so called because on that day the pilgrims provide themselves with water for the following days which are to be spent in Minā and ‘Arafāt. The hajj proper p. 246 thus begins on the 8th Dhu-l-Hijjah and pilgrims who get out of the state of ihrām on performing the ‘umrah, enter into ihrām for hajj on this date. (Silakan diartikan sendiri, admin__)

Keterangan

1. Tulisan ini telah diperbaiki dari artikel aslinya, hal-hal yang dirasa perlu.

2. Lihat artikel aslinya pada:

http://thetrueideas.multiply.com

  1. 3 Desember 2010 pukul 07:49

    blom pernah sob…….xixixixixixixixixi jujur

  2. ahmad
    29 Oktober 2011 pukul 10:01

    syukran atas segala jurahan ilmunya,

    kami sangat berharap apa saja yang dikaji ini berdasarkan akal dan kebenaran, bukan berdasarkan nafsu.
    sebab ilmu Allah subhaanahu wa ta’ala itu sangat luas.

    ‘afwan minkum wassalam.

    [ahmad]

    Wa’alaikumus salaam warohmatullaahi wa barokaatuh

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: