Beranda > fatwa, NASEHAT DAN AKHLAK, TANYA JAWAB > Tidak Boleh Melakukan Pertemanan dengan Lelaki Ajnabi di Facebook

Tidak Boleh Melakukan Pertemanan dengan Lelaki Ajnabi di Facebook

Pengantar

Ini adalah fatwa dari Asy-Syaikh Dr. Sulaiman Ar-Ruhaili ~Hafidzahullaahu ta’ala~ (Ulama’ Saudi ‘Arabiyyah) ketika ditanya oleh pendengar radio Rodja pada saat sesi tanya jawab, yang kemudian diterjemahkan oleh al-Ustadz Abu Yahya Badrussalam ~Hafidzahullaahu ta’ala~. 

Berikut transkip terjemahannya

Adapun tentang masalah pertanyaan tentang Facebook, saya sudah mengetahui tentang masalah ini dan bahkan banyak pertanyaan dari berbagai macam negeri yang ditujukan kepada saya tentang masalah ini.

 

Kata beliau, TIDAK BOLEH seorang wanita untuk masuk kepada sebuah perkumpulan internet KECUALI KHUSUS UNTUK WANITA SAJA, dengan syarat, hendaklah ia berusaha untuk menjaga dirinya, jangan sampai kemudian terseret untuk berkenalan dengan laki-laki.

 

Demikian pula seorang laki-laki tidak boleh dia ikut-ikutan seperti halnya FACEBOOK yang tercampur antara laki-laki dan perempuan, dia hanya boleh khusus untuk laki-laki saja, itu pun dengan syarat kata beliau, hendaklah dia berusaha untuk WASPADA dan muroqobah, jangan sampai ia terseret kepada keburukan.

Terkadang ada orang masuk dengan niat yang baik, akan tetapi syaiton itu pintar, menyeret sedikit demi sedikit. Tadinya ia barangkali berniat untuk dakwah, saling menasihati misalnya, kemudian apa yang terjadi? Sedikit demi sedikit ia berkenalan dengan perempuan, tadinya ia berniat ingin mendakwahi perempuan tadi, memberikan nasihat kepada perempuan tadi, tapi kemudian ingat, bahwasanya setan itu mengalir di darah manusia, sebagaimana darah yang mengalir pada diri manusia.

Ingatlah, kata beliau, setan itu pintar menyeret manusia sedikit demi sedikit. Betul memang, Islam memerintahkan kita untuk saling berwasiat dalam kebenaran, tapi Islam juga mencegah agar kita jangan masuk ke dalam jurang kenistaan.

 

Maka hendaklah seorang hamba waspada, berhati-hati, janganlah ia merasa imannya sudah kuat, dan yakin bahwa dirinya akan terpelihara dari keburukan, jangan ia merasa seperti itu, karena syaiton mengalir dalam diri kita sebagaimana darah mengalir dalam diri kita.

 

Sumber: http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syaikh%20Dr%20Sulaiman%20Ar-Ruhaili/Tanya%20Jawab

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: