Beranda > AQIDAH, MANHAJ > Apa perbedaan antara manhaj dan akidah?[2]

Apa perbedaan antara manhaj dan akidah?[2]

Fatwa Syaikh Shalih Al Fauzan dan Syaikh Muqbil

س 44 : هل هناك فرق بين العقيدة والمنهج ؟

Syaikh Shalih al Fauzan -hafidzahullah- mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Apakah ada perbedaan antara akidah dengan manhaj?”

جـ/ المنهج أعم من العقيدة، المنهج يكون في العقيدة وفي السلوك
والأخلاق والمعاملات وفي كل حياة المسلم، كل الخِطة التي يسير عليها المسلم تسمى المنهج .

Jawaban beliau, “Manhaj itu lebih luas dari pada akidah. Ada manhaj dalam berakidah, berperilaku, berakhlak, bermuamalah dan dalam semua sisi kehidupan seorang muslim. Seluruh langkah yang ditempuh oleh seorang muslim (dalam seluruh aspek kehidupan, pent) itu disebut dengan istilah manhaj.

أما العقيدة فيراد بها أصل الإيمان، ومعنى الشهادتين ومقتضاهما هذه هي العقيدة .

Sedangkah yang dimaksud dengan akidah pokok-pokok iman (baca:rukun iman), makna dan konsekuensi dua kalimat syahadat. Itulah yang disebut dengan akidah

[al Ajwibah al Mufidah ‘an As-ilah al Manahij al Jadidah hal 131, Terbitan Darul Minhaj Mesir cetakan keempat tahun 1426 H].

Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i -rahimahullah- mengatakan,

فمنهاجنا كتاب الله و سنة رسول الله- صلى الله عليه و على آله و سلم- كما قال تعالى: يأيها الذين آمنوا ادخلوا في السلم كافة

“Manhaj kita –kaum muslimin, pent- adalah seluruh ajaran al Qur’an dan sunah Rasulullah sebagaimana yang Allah firmankan yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara totalitas” (QS al Baqarah:208)” [Perkataan ini beliau sampaikan dalam kata pengantar beliau untuk buku al Siraj al Wahhaj bi Sahih al Minhaj karya Abul Hasan al Ma’ribi hal 11, Maktabah al Idrisi Shan’a Yaman, cetakan kedua tahun 1421 H].

Catatan:
Kedua penjelasan ulama di atas bertemu pada titik yang sama yaitu manhaj atau minhaj seorang muslim sejati adalah seluruh ajaran al Qur’an dan Sunnah. Seluruh ajaran al Qur’an dan sunah baik terkait dengan adab, akhlak, ibadah dan muamalah adalah manhaj (baca: jalan) seorang muslim. Manhaj atau jalan seorang muslim adalah mengikuti pandungan yang telah diberikan oleh seorang muslim.

Sehingga tidak berdusta, tidak khianat dst adalah manhaj (baca: jalan) seorang muslim dalam masalah akhlak. Makan dengan tangan dll adalah manhaj seorang muslim dalam masalah adab. Rutin menjalankan shalat lima waktu adalah diantara manhaj seorang muslim dalam bidang ibadah. Tidak mau berjudi adalah diantara manhaj seorang muslim dalam bidang muamalah.

Dengan penjelasan ini tentu pengertian manhaj seorang muslim itu lebih luas dari pada akidah seorang muslim. Oleh karena itu, Syaikh Abu Bakar Jabir al Jazairi menulis sebuah buku berjudul Minhaj al Muslim yang berisikan ajaran al Qur’an dan sunah dalam adab, akhlak, ibadah dan muamalah.

Oleh karena seorang yang ingin belajar manhaj ahli sunah yang merupakan seorang muslim sejati harus belajar berbagai ilmu keislaman. Sehingga belajar fikih, akidah, akhlak, adab, tafsir dan hadits adalah bagian dari belajar manhaj.
Walhasil, dua ulama di atas memaknai istilah manhaj dengan maknanya dalam bahasa Arab yaitu jalan. Sehingga manhaj seorang muslim adalah jalan seorang muslim. Itulah seluruh ajaran al Qur’an dan sunah.

Artikel www.ustadzaris.com

artikel terkait: (67) Apa perbedaan antara manhaj dan akidah? [1]

http://www.facebook.com/notes.php?id=100000911665439&style=1#!/note.php?note_id=118792661480420

About these ads
Kategori:AQIDAH, MANHAJ
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: